Banyak pemelihara kucing mengeluh dengan banyaknya bulu kucing yang rontok. Akibat rontoknya bulu yang berlebihan menjadi sangat menjengkelkan, karena tentu akan tercecer dimana-mana. Lebih parahnya bisa mengakibatkan kebotakan dan tentunya akan mengurangi kecantikan kucing kita.

Mungkin kita sudah memberikan perawatan yang terbaik pada kucing kita, seperti memberinya makanan yang mengandung gizi dan nutrisi bagus dan mahal. Namun kerontokan bulu kucing itu merupakan hal yang wajar, sebab anak kucing akan berganti bulu bayi antara umur 4 sampai 5 bulan.


penyebab-rontok-bulu-kucing_1320114

Rontoknya bulu bayi kucing juga disebut dengan shedding akan sangat menganggu jika sangat berlebihan atau tidak normal, karena tentu bulu-bulunya akan tersebar dimana-mana (misalnya menempel dibaju, kasur, lantai, dan lain-lain).

Kerontokan bulu kucing yang tidak normal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:
  1. Stress
  2. Kurangnya asupan makanan yang bernutrisi
  3. Perawatan yang tidak tepat (seperti memandikan kucing menggunakan shampoo yang tidak cocok).
  4. Adanya penyakit pada kulit kucing
  5. Kondisi suhu/cuaca yang terlalu panas
  6. Kucing sedang memasuki masa birahi
  7. Penyakit
Rontoknya bulu kucing yang disebabkan penyakit, diantaranya adalah:

1. Iritasi
Kulit kucing yang terkena iritasi juga akan mengakibatkan kerontokan bulu. Iritasi kulit ini bisa disebabkan karena pengaruh dari obat, makanan, tersentuh bahan kimia, dan parfum.

2. Alergi gigitan kutu
Alergi yang ditimbulkan oleh gigitan kutu akan berpengaruh dengan lepasnya bulu cantik kucing. Kucing yang terkena alergi kutu bisa dilihat dari kulit yang memerah, adanya benjolan-benjolan di permukaan kulit, gatal, dan tentunya terjadi kerontokan bulu.

3. Alergi Makanan
Selain alergi gigitan kutu, kerontokan bulu juga bisa disebabkan karena terjadinya alergi makanan.  Pemilihan jenis makanan yang tidak cocok bagi kucing peliharaan dapat membuat kucing terserang alergi.

Gejala yang dapat dilihat pada kucing yang terkena alergi makanan adalah seringnya menjilati bagian tubuh yang terkena alergi, warna kulit berubah kemerah-merahan, terjadi radang telinga, gatal, serta rontok bulu.

4. Ringworm
Rontok bulu kucing yang disebabkan adanya jamur hidup dibagian kulit dan bulu yang juga disebut dengan istilah ringworm. Ada beberapa jenis jamur ini, salah satunya adalaha Microsporum. Jamur microsporum terkenal sulit untuk ditangani jika sudah menyerang hewan peliharaan, seperti kucing dan anjing. Dan parahnya lagi, jamur ini juga dapat menyerang kulit manusia.

Solusi yang terbaik jika kucing peliharaan anda mengalami rontok bulu yang berlebihan/tidak normal adalah dengan memberinya makanan yang tepat, baik kadar gizi dan nutrisinya. Selain itu sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter hewan mengenai permasalahan kucing peliharaan anda

Posting Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.